Baca Novel Romance Pertama, Secangkir Kopi dan Pencakar Langit

Desember 18, 2017

Novel Romance Pertama, Secangkir Kopi dan Pencakar Langit
http://grobmart.com/image/cache/data/00seller00/5-3-380x380.JPG




KuReview - Memang aku akui, saya tidak seperti waktu SMP/MA yang suka sekali baca buku. Setidaknya sebulan sekali ada buku(apapun itu) yang selesai saya baca. Cerpen, Agama, Sejarah, Pengetahun dan novel selalu saya baca. Namun, semakin kuliah waktu saya habis buat yang namanya maen game  dan coding.

Yah, lalu tibalah hari ini. Saya tiba-tiba mendapat rekomendasi buku dari kaka tingkat saya. Mas Satriyo, terima kasih banyak kepadanya karena sudah meminjamkan saya buku Secangkir Kopo dan Pencakar Langit karya Aqessa Aninda, seorang IT juga wanita(Enggak nyangka aja anak IT selain pinter logika, imajinasinya bagus) membuat sebuah novel, novelnya romance terutama!

Kalau tidak salah, kemarin minggu tanggal  16 Desember 2017 saya meminjam buku tersebut, membacanya beberapa halaman, karena ada kalanya kalau aku dulu pernah membaca novel tapi tidak tertarik / merasa aneh dengan alur ceritanya. Pernah berhenti baca novel ketika membaca novel Bias Nuansa Jingga karena tokohnya pernah diperkosa(seinget saya). 

Nah, sewaktu membaca diawal-awal kesannya bagus banget. Seolah olah, wah ini ada ITnya, aku banget! apalagi tokohnya adalah IT System Analys bisa menjadi pelajaran buat aku ini biar lebih bisa codein cewe dan lebih peka lagi. Aamiin, ditambah lagi dengan intronya yang bagus. "Inner Beauty is Bullshit" seolah olah, seperti sebuah konspirasi yang hanya masing-masing individu akan banyak diperdebatkan. 

Cerita ini benar-benar bagus menurut aku, karena mengambil latar kehidupan kita sehari-hari disebuah kantor di jakarta sana dengan gaya bahasa "gue lu" walaupun saya sendiri jujur saja belum bisa begitu nyaman dengan cerita/artikel yang nyangkut kata "gue elu", sebuah pertanyaan yang sering sekali aku katankan pada diriku. "Apakah dia juga mencintaiku?" serta kode-kode ketika kita sedang jatuh cinta.

Ya, penulis bisa membawaku memahami gimana perasaan si Satrya dan Ghilman dalam mencintai seorang wanita, dalam mempersiapkan diri ketika kita akan menuju jenjang yang lebih serius lagi. dimana 

..Hubungan itu bukan judi yang kita bisa coba, siapa tau beruntung. Hubungan juga bukan merger 2 korporasi ..
seolah olah mengikatkanku yang sudah berumur 20an ini untuk lebih serius memahami sebuah hubungan, memahami bahwa diumur yang 20 ini untuk lebih berhati-hati dalam berhubungan. 

Apalagi, cerita ini menggambarkan bahwa ketika kita mencintai kita harus bener-bener paham. Mau dibawa kemana hubungan ini? cinta ini? Siapkah kita untuk memberi serta berbagi beban dan keresahan? Terutama bagi mereka yang sudah berumur 20an terutama refleksi diri saya sendiri.

Cerita ini bisa dibilang bukan hanya cerita mengenai cinta semata, tapi cerita yang memberikan sebuah keinginan positif, sebuah semangat , keteguhan hati, pengorbanan dan resiko yang bakal diambil dari para tokoh yang ada dalam cerita tersebut.Seolah olah , buku ini memberikan pengalaman kepada saya untuk lebih 'serius' dalam hidup namun mengetuk untuk memberanikan diri untuk menebarkan 'benih' suka kepada wanita lain. 

Ya, bagi kalian semua yang sudah berumur 20an , anak IT mungkin buku ini bisa menjadi opsi untuk dibaca. Kalau saya sendiri merasa tidak rugi menggunakan waktu untuk membaca novel ini. Bahkan ini pertama kali dalam hidup saya setelah membaca novel, lalu menuliskannya di blog KuReview saya ini(Sebenarnya sekalian blog ada isinya sih).

Mungkin itu aja yang bisa saya sampaikan. Sebab, hati saya ini sudah diam membisu. Enggak bisa berkata apa-apa lagi mengenai keseruan ceritanya yang tidak bisa ditebak yang sangat sesuai banget dengan kondisi anak IT kebanyakan. Kebanyakan loo yaa. haha

So,Ingatlah perkataan akan Athaya Shara 
 Dulu ibu pernah bilang, kalau boleh memilih, lebih baik dicintai daripada mencintai. Tapi kadang kita tidak bisa memilih. Gue baru ngerti maksud Ibu. Kita nggak bisa memilih dicintai atau mencintai duluan. DIcintai duluan memang lebih menyenangkan, tapi kalaupun kita mencintai duluan sebelum dicintai, rasanya dicintai itu jadi tidak begitu penting, ya? Mungkin itu yang Ibu rasakan ke Ayah. Ia tidak peduli dicintai seberapa besar oleh Ayah, because once you love someone, so much... so much it hurts. Yang diinginkan hanya menunjukkan cintanya tanpa peduli dibalas atau tidak

Oh ya , jangan lupa kunjungi tulisanku sebelumnya ya. Enggak nyambung emang. Tapi setidaknya biarkan aku ngasih tau kemarin aku nulis Investasi Harbolnas(Hari Belanja Nasional) di Gramedia ya!Soalnya, aku jadi sedikit nyesel enggak beli novel T-T
Terima Kasih
Malang, 02:44 WIB 
18 Desember 2017
Naufaldi Rafif S



Kepoin Akun Penulis Secangkir Kopi dan Pencakar Langit?
Twitter : AqessaAninda
Wattpad :  A. Aninda
Good Reads : Aqessa
Website : Aqessa

You Might Also Like

0 komentar

- Berkomerntarlah dengan menggunakan bahasa yang mudah di mengerti.

-Apabila review di KuReview terdapat kesalahan, atau pun ingin memberikan kritik dan saran, silahkan menghubungi kami di Contact Us