Review TED Talk : Bagaimana berbicara supaya masyarakat mau mendengarkan?

Mei 05, 2018

Image result for How to speak so that people want to listen | Julian Treasure
Slideshare



KuReview - Sudah sering bukan menonton 'ceramah' orang di TED ? Kalau saya sendiri pun beberapa waktu menyempatkan untuk selalu mendengarkan orang-orang berbicara di TED Talk. Bisa melalui websitenya langsung atau melalui Youtube.

Bagi teman-teman yang tidak mengetahui TED, TED (Technology, Entertainment, Design) adalah sebuah organisasi media nirlaba yang mengunggah presentasi secara gratis yang di distribusikan secara online, di bawah slogan "ideas worth spreading". TED didirikan pada Februari 1984 sebagai sebuah konferensi yang di adakan tahunan semenjak 1990. Perhatian awal TED adalah teknologi dan desain, sesuai dengan asal Silicon Valley-nya, namun belakangan ini lebih melebarkan fokus-nya dan merangkum presentasi di berbagai topik akademis, budaya, dan ilmiah(Wikipedia).

Nah, kesempatan ini saya berusaha menceritakan kembali apa yang telah saya dengarkan di TED Talk tersebut. Selain menguji pemahaman saya mengenai materi yang telah saya dengan di TED tersebut, sekaligus untuk berbagi apa yang telah saya dapatkan. Untuk artikel pertama yang saya dengarkan dan akan saya bagikan kepada teman teman adalah " How to speak so that people want to listen" oleh Julian Treasure pada TEDGlobal 2013.

Pada pembicaraan ini, Julian memberikan pemaparan mengenai "7 Deadly Sins of Speaking" , bisa dibilang 7 hal yang tidak selayaknya kita bicarakan ketika berbicara yaitu :

1. Gosip. Janganlah membicarakan keburukan orang lain. Karena bisa jadi sekarang kita menggosipkan orang lain. Kemudian , orang lain tersebut yang menggosipkan kita.
2. Menghakimi. Ada banyak orang yang sangat menyukai untuk menghakimi orang lain. Tapi, kita sendiri sadar bahwa  akan sangat sulit bagi kita untuk mendengarkan orang lain yang berusaha menghakimi kita bukan?
3. Negatif. Selalu berbicara hal-hal yang buruk. 
4. Komplain. Selalu mengeluh mengenai apapun misalkan politik, olahraga ataupun sesuatu yang sedang viral.
5. Alasan (Excuses). Seharusnya sudah paham kan maksudnya alasan disini? Misalkan tidak melakukan amanah yang diberikan, kita memberikan alasan ,mengapa kita tidak melakukan hal tersebut.
6. Berbohong. Nah, sebagai dampak dari munculnya alasan. Biasanya akan muncul kebohongan.
7. Memberi dogma. Campuran dari fakta dan opini yang digabungkan, sehingga kita kebingungan dan susah untuk memilih mana yang fakta dan mana yang opini. 

Selain 7 hal tersebut yang harus kita hindari , kita harus menggunakan beberapa cara dengan cara HAIL. Untuk greet atau acclaim enthusiastically. Sehingga apa yang kita katakan bisa lebih memiliki kekuatan, dan bisa merubah dunia yaitu dengan 

Honesty , jujur dan lurus.
Authenticity, jadilah dirimu sendiri.
Integrity, jadilah kata-katamu.
Love, berikan kasih sayang.

Selain Pak Julian memberikan pondasi tersebut. Beliau juga memberikan beberapa tips / sejenis tools dalam percakapan agar orang bisa lebih mendengarkan kita ,yaitu :

Register

Suara yang dikeluarkan. Dalam artian suara kita itu mengarah ke suara "cempreng" suara , sengau, suara berat/ngebass.

Timbre

Warna nada, rasa / feels dari suara yang kita keluarkan, Seperti suaranya smooth, merdu. Seperti itulah maksudnya. 

Prosody

Sebenarnya saya sendiri masih kebingungan sama penjelasan beliau terkait maksud dari Prosody, sepemahaman saya ini terkait dengan nada kalimat atau pernyataan kita. Apa yang kita ucapkan itu, seolah olah apakah sebuah kalimat, ataukah pertanyaan? Nah , nada untuk mengakhiri kalimat kita itu termasuk kalimat tanya, pernyataan atau perintah.

Pace

Kecepatan dalam berbicara. Kita harus memikirkannya, seberapa cepatkah kita berbicara atau seberapa lambat. Bahkan kadang kala kita harus berdiam sejenak dalam berbicara.

Pitch

Nada, Tempo / tinggi rendah dalam berbicara. Rasa ketika kita seperti nada saat introgasi seseorang dengan nada / tempo ketika kita berbicara dengan kawan, akan sangat berbeda bukan?

Volume 

Keras / Smooth. Ketika kita berbicara harus memahami apakah kita harus sangat keras ketika kita berbicara atau sangat pelan, hampir tidak terdengar suaranya. 

Hanya itu apa yang bisa saya pelajari dalam menonton acara TED dengan judul " How to speak so that people want to listen" oleh Julian Treasure pada TEDGlobal 2013. Kedepannya, saya berharap bisa terus menulis apa yang telah saya dengarkan dan pelajari disamping saya belajar bagaimana menceritakan apa yang telah saya dengar. 

Terima kasih dan sampai jumpa pada kesempatan selanjutnya. Jangan lupa untuk membaca tulisan saya yang lain seperti Review Buku Habits dan Catatan untuk Pemrograman.


Link TED : How to Speak
Link Youtube : How to Speak

You Might Also Like

0 komentar

- Berkomerntarlah dengan menggunakan bahasa yang mudah di mengerti.

-Apabila review di KuReview terdapat kesalahan, atau pun ingin memberikan kritik dan saran, silahkan menghubungi kami di Contact Us