Bahaya Berbagi Informasi Pribadi di Internet

Juli 13, 2018

Bahaya Berbagi Informasi Pribadi di Internet


KuReview - Saya membuat tulisan ini, merupakan sebagai bentuk keprihatinan saya terhadap kondisi warganet di Tahun 2018 ini. Yaitu, dengan semakin mudahnya warganet untuk membagikan informasi pribadi di media sosial. Mungkin sebetulnya, ada sekali pertanyaan kenapa menyebarkan informasi pribadi di Media Sosial sangatlah berbahaya? Informasi pribadi itu, apa saja? Lalu bagaimana cara kita bisa bermedia sosial dengan baik tanpa menyebarkan informasi pribadi?

Nah, untuk itulah saya mencoba menjawab pertanyaan sekaligus memberikan informasi kepada kawan-kawan mengenai Bahaya Berbagi Informasi Pribadi di Internet. Kita akan membedah satu persatu definisi, permasalah apa saja yang harus kita pastikan agar kita bisa aman ketika kita menggunakan internet apalagi media sosial.

Informasi Pribadi

Sebelum kita mengetahui Bahaya Berbagi Informasi Pribadi di Internet , kita harus memahami terlebih dahulu data-data apa saja yang boleh dibagikan di internet atau di media sosial. Karena, data data ini merupakan kunci dari beberapa akun kita seperti email, facebook, twitter atau media sosial yang lainnya. Berikut ini beberapa informasi pribadi yang tak seharusnya dibagikan secara cuma-cuma :

  • Nomor Kartu Kredit
  • Nomor Induk Kependudukan
  • Foto KTP
  • No. Handphone
  • Alamat Email
  • Alamat Rumah
  • Email Pribadi

Bahaya Berbagi Informasi Pribadi

Lantas, kenapa bisa berbahaya untuk berbagi informasi data data tersebut ?


1. Carding

Secara garis besar, carding adalah tindakan menggunakan kartu kredit orang lain untuk kita gunakan membeli barang barang secara online. Sebenarnya, teknik ini sering sekali digunakan oleh para Hacker untuk mendapatkan barang yang mereka inginkan. Lantas bagaimana caranya? Salah satunya adalah dengan mendapatkan identitas kartu kredit seseorang, mulai dari tanggal kadaluarsa kartu kredit hingga identitas kita sebagai pemilik sah kartu kredit tersebut. Tentu, kita tidak ingin bukan tagihan kita melonjak tinggi tetapi kita sendiri tidak pernah menggunakannya?

2. Pemalsuan Identitas atas Nama Kita

Sangat berbahaya sekali jika kita memberikan foto KTP kita kepada pihak-pihak lain. Seperti cicilan online , startup teknologi lainnya yang memerlukan data berupa foto KTP. Tanpa kita sadari, dengan kita memberikan secara cuma-cuma foto KTP kita, sama saja mengizinkan orang lain untuk berbuat sesuka hati atas nama kita sendiri di Internet. Bisa jadi, kita mendaftar sebuah layanan dengan tagihan yang tinggi. Namun, tagihan tersebut dilakukan oleh orang lain tetapi atas nama kita sendiri. Bukankah itu berbahaya ?

Apalagi, saat ini pemerintah telah melakukan dengan memusatkan data-data kependudukan dengan dimulainya E-KTP, Pendaftaran SIM Card dengan menggunakan KK dan KTP serta program-program lain untuk memudahkan pemerintah dalam melacak tindak kejahatan. 

Bukan hanya itu saja, berdasarkan situs norisanto, dia pernah mengalami kasus dimana menggunakan fotocopy KTP untuk mendaftar kartu kredit dan menggunakannya oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Bahkan bisa saja KTP kita digunakan untuk mendaftarkan SIM Card lalu nomor tersebut digunakan untuk kasus penipuan serta hal mengerikan lainnya.

3. Spam

Spam disini, bukan hanya mengenai email kita, nomor handphone kita diberikan berbagai pesan masuk yang terkait dengan iklan / advertising. Namun, bisa juga berisikan link-link berbahaya seperti phising, virus, malware serta perangkat yang bisa menyerang komputer kita. Ada banyak sekali bahaya yang bisa diberikan dengan adanya spam di email / nomor telepon kita. Selain itu, spam juga bisa mengirimkan sebuah pesan yang akan menghabiskan storage email / perangkat handphone kita dengan mengirimakan berbagai pesan yang banyak (katakanlah 1000lebih) atau dengan mengirimkan kita file dengan ukuran yang cukup besar.


4. Mengambil Alih Akun Media Sosial Kita

Saya pernah membaca disalah satu situs berita teknologi / hacker bahwa ada sebuah berita dimana seseorang telah kehilangan hampir seluruh akun media sosial dan internet banking. Hal ini dimulai dari ketika hacker mencoba mengambil alih akun email korban dengan cara, dia menelpon provider dari HP tersebut. Mengaku bahwa hp yang telah dia dimilikinya hilang, mendesak provider SIM Card untuk memindahkan nomor handphone tersebut ke nomor hp hacker. Entah, bagaimana caranya dengan menggunakan teknik Social Engineering (Pengertian Social Engineering) berhasil mendapatkan / memindahkan nomor handphone yang tersambung dengan email menjadi kepemilikan hacker. 

Lantas, hacker tersebut dengan mudah bisa mendapatkan email korban dengan menggunakan fitur lupa password dan mengirimkan password baru ke Hacker tersebut. Hacker tersebut pun berhasil mendapatkan email, berbekal email tersebut dia berhasil mendapatkan semua akun media sosial dan internet banking yang tersambung dengan email tersebut. Mengerikan bukan? Tentu saja, Hackernya adalah seorang yang profesional. Namun, tidak tentu juga bahwa mereka tidak mentargetkan kita bukan? Bukankah sedia payung sebelum hujan itu lebih baik?

5. Pembunuhan, Perampokan dan Tindak Kejahatan Lain Kepada Kita atau Keluarga Kita

Menurut saya, ini yang paling berbahaya. Yaitu menyasar langsung keselamatan kita dan keluarga kita tersayang. Yaitu, dengan cara melacak lokasi rumah kita. Mengetahui kondisi rumah kita dengan melihat update status kita misalkan yang mengabarkan bahwa kita sedang pergi dan rumah kosong. Pelaku pun, membobol rumah kita. Bisa pula dengan pelaku mengaku sebagai salah satu keluarga kita. Mengatakan keluarga kita kecelakaan, terkena narkoba serta lain sebagainya. Pelaku mengetahuinya berdasarkan status serta identitas yang telah kita sebar mengenai keluarga kita sendiri. Walaupun kita mencoba mengkonfirmasi, pelaku sudah mengetahui data-data seperti tanggal lahir, nomor KTP, kondisi terakhir berdasarkan update status media sosial, pertemenanan dan lain lain , lalu menggunakannya untuk memeras keuangan kita.

Selain daftar kejahatan dan Bahaya Berbagi Informasi Pribadi di Internet masih banyak kejahatan dan yang terjadi. Seperti yang baru aja dilakukan Facebook dengan membagikan data penggunanya untuk kegiatan Pemilu. Bahkan , CEO Facebook pun pernah mengatakan tidak mau membagikan informasi dimana dia menginap.



Jika Mark saja tidak mau, lantas kenapa kita mau melakukan hal tersebut ?

Tentu saja, sebagian dari kita akan menganggap apa yang saya sampaikan ini terlalu paranoid. Namun, mengingat sudah pernah ada korban yang menjadi target, Facebook yang sudah pernah membocorkan data kita, pemerintahan eropa dengan Uni Eropa membuat GDPR, serta kegiakan kejahatan di Internet , saya rasa untuk berjaga- jaga tidaklah terlalu berlebihan. Sebab, keamanan diri kita dan akun kita di Internet bisa menjadi sasaran bagi para Hacker atau orang orang yang berusaha mencari keuntungan atas kita. 

Jika kawan kawan ada pertanyaan atau kritik dan saran. Silahkan memberikan komentarnya. Karena di Era saat ini. Sesuatu yang mahal atau berharga bukan lagi Oil atau Minyak. Melainkan Data. Perusahan perusahaan sekelas Facebook, Amazon dan Alphabet-lah yang memiliki total kekayaaan yang luar biasa dan tanpa kita sadari, kita menggunakan layanan mereka secara gratis dengan cara menukarkan data kita terhadap layanan tersebut.  Sekian dan Terima Kasih

Rujukan :






You Might Also Like

0 komentar

- Berkomerntarlah dengan menggunakan bahasa yang mudah di mengerti.

-Apabila review di KuReview terdapat kesalahan, atau pun ingin memberikan kritik dan saran, silahkan menghubungi kami di Contact Us