Perbedaan Baterai Lithium Ion dengan Lithium Polymer

Perbedaan Baterai Lithium Ion dengan Lithium Polymer



UlasanQ– Acap kali kita kebingungan dengan Perbedaan Baterai Lithium Ion dengan Lithium Polymer yang kadang membuat kita kesal. Bahkan, ketika kita mencari di Wikipedia, website lain serta mbah google malah akan membuat kita menjadi tambah bingung. Bukan tambah paham, hal ini disebabkan karena banyak sekali atau ada beberapa perbedaan antara yang satu dengan yang lainnya dalam hal performa baterai tersebut. Namun, ada baiknya kita melihat dari berbagai sumber dan mempertimbangan factor lainnya.

Berikut ini UlasanQ akan memberikan berbagai macam pengertian, kelebihan dan kekurangan antara Baterai Lithium Lion dengan BateraiLithium Polymer yang saya dapatkan dari berbagai sumber. Saya harapkan bisa membantu saudara untuk mempertimbangan, kira kira akan membeli apa?

Dari Yahoo Answer :

Li-Ion / Lithium Ion

Battery ini adalah battery generasi ke 3 dari rechargeable battery, dan keuntungannya terhadap battery NiMH maupun NiCD, adalah berat dan ukurannya yang ringan, sehingga bisa membuat ponsel menjadi berukuran kecil dan ringan. Kebanyakan ponsel yang keluar sekarang sudah menggunakan battery jenis ini sebagai sumber dayanya sehingga lambat laun harga battery Li-Ion semakin murah saja.
Keunggulan battery ini adalah tidak adanya memory effect pada saat charging sehingga tidak perlu menunggu battery ini habis baru melakukan charge, namun demikian ada pula beberapa perawatan yang perlu dilakukan pada battery ini.
Untuk battery baru, charge battery anda sesuai dengan petunjuk atau sampai lampu/indikator ponsel anda menandakan battery full, setelah itu segera lepas charger anda, demikian juga untuk selanjutnya anda tidak perlu melakukan over charge untuk mendapatkan trickle charge seperti pada battery NiCD dan NiMH, karena pada battery Lithium tidak ada istilah trickle charge, bahkan overcharge battery lithium ion bisa menurunkan kemampuannya.
Walaupun tidak ada memory effect pada battery jenis ini, anda sebaiknya melakukan charging pada saat battery ini sudah habis atau indikator ponsel anda sudah menunjukkan “battery low”, ini dikarenakan battery Lithium Ion memiliki “life cycle” (umur charging) yang lebih sedikit dari battery jenis NiCD dan NiMH, dan tiap kali anda melakukan charging dihitung sebagai 1 kali tidak peduli anda melakukan charge sampai penuh atau tidak.

Li-Poly / Lithium Polymer

Ini adalah generasi terbaru dari rechareable battery, keunggulannya adalah ramah terhadap lingkungan, sedang kemampuan lainnya sama persis dengan battery LIthium Ion.
Untuk perawatan battery Lithium Polymer ini sama persis dengan battery Lithium Ion, hanya saja “handling” battery Li-Poly harus sedikit hati-hati mengingat sifatnya yang liquid sehingga bisa mengakibatkan bentuk battery bisa berubah karena tekanan.




Dari TahuPedia


Perbedaan Baterai Lithium Ion dengan Lithium Polymer 


Perbedaannya adalah baterai li-polymer (Li-Po) merupakan bentuk selanjutnya dari li-ion (Li-Ion) dimana elektrolitnya (larutan dalam baterai sebagai konduktor listrik) lebih kuat dan lebih menyerupai gel. Oleh karena ini, baterai Li-polymer dapat dibuat lebih tipis daripada baterai Li-ion dan sekarang ini kepopularannya terus berkembang sebagai baterai-baterai smartphone dan tablet.
Pernahkan Anda melihat baterai pada laptop-laptop terbaru atau smartphone terbaru yang dimana mereka tidak dapat dicabut pasang? Itulah baterai li-polymer (Li-Po). Kebanyakan baterai Li-Polymer ditanam langsung ke teknologinya, tidak seperti baterai Li-Ion yang masih dapat dicabut pasang.


Dari Wikipedia

Li-Ion / Lithium Ion


Baterai ion litium (biasa disebut Baterai Li-ion atau LIB)adalah salah satu anggota keluarga baterai isi ulang. Di dalam baterai ini, ion litium bergerak dari elektroda negatif ke elektroda positif saat dilepaskan, dan kembali saat diisi ulang. Baterai Li-ion memakai senyawa litium interkalasisebagai bahan elektrodanya, berbeda dengan litium metalik yang dipakai di baterai litium non-isi ulang.
Baterai ion litium umumnya dijumpai pada barang-barang elektronik konsumen. Baterai ini merupakan jenis baterai isi ulang yang paling populer untuk peralatan elektronik portabel, karena memiliki salah satu kepadatan energi terbaik, tanpa efek memori, dan mengalami kehilangan isi yang lambat saat tidak digunakan. Selain digunakan pada peralatan elektronik konsumen, LIB juga sering digunakan oleh industri militer, kendaraan listrik, dandirgantara. Sejumlah penelitian berusaha memperbaiki teknologi LIB tradisional, berfokus pada kepadatan energi, daya tahan, biaya, dankeselamatan intrinsik.

Li-Poly / Lithium Polymer 

Baterai polimer Lithium – ion , lithium ion polimer atau lebih umum baterai lithium polymer ( disingkat Li – poli , Li – Pol , LiPo , LIP , PLI atau LIP ) dapat diisi ulang ( sel sekunder ) baterai . Baterai Lipo biasanya terdiri dari beberapa sel sekunder yang identik secara paralel untuk meningkatkan kemampuan debit saat ini , dan sering tersedia dalam seri ” paket ” untuk meningkatkan tegangan total yang tersedia .

Sel dijual hari ini sebagai baterai polimer sel kantong . Tidak seperti sel-sel silinder lithium – ion , yang memiliki kasus logam kaku , sel kantong memiliki fleksibel , foil – tipe ( polimer laminasi ) kasus . Pada sel silinder , kasus kaku menekan elektroda dan pemisah ke satu sama lain , sedangkan pada sel polimer tekanan eksternal tidak diperlukan ( atau sering digunakan ) karena lembaran elektroda dan lembaran pemisah yang dilaminasi ke satu sama lain . Karena sel kantong individu tidak memiliki casing logam yang kuat , dengan sendirinya mereka lebih dari 20 % lebih ringan dari sel-sel silinder setara.

Tegangan sel Li – poli bervariasi dari sekitar 2,7 V ( habis ) sekitar 4,23 V ( terisi penuh ) , dan sel Li – poly harus dilindungi dari overcharge dengan membatasi tegangan yang diberikan tidak lebih dari 4,235 V per sel digunakan dalam kombinasi seri .

Pada awal perkembangannya , teknologi polimer lithium punya masalah dengan resistansi internal yang tinggi . Tantangan lainnya termasuk kali biaya lebih lama dan tingkat debit maksimum yang lebih rendah dibandingkan dengan teknologi yang lebih matang . Pada bulan Desember 2007 Toshiba mengumumkan desain baru yang menawarkan tingkat yang lebih cepat dari biaya ( sekitar 5 menit untuk mencapai 90 % ) . Sel-sel ini yang dirilis ke pasar pada bulan Maret 2008 dan diharapkan memiliki efek dramatis pada alat listrik dan kendaraan listrik industri , dan berpengaruh besar terhadap elektronik konsumen . [ 3 ] penyempurnaan desain terbaru telah meningkatkan arus debit maksimum dari 2 kali untuk 65 atau bahkan 90 kali biaya kapasitas sel per jam .

Dalam beberapa tahun terakhir , produsen telah menyatakan lebih dari 500 siklus charge-discharge sebelum kapasitas turun menjadi 80 % (lihat Sanyo ) . Varian lain dari sel Li – poli , “film tipis baterai lithium isi ulang ” , telah terbukti memberikan lebih dari 10.000 siklus


Itulah UlasanQ memberikan Perbedaan Baterai Lithium Iondengan Lithium Polymer. Semoga bisa menambah referensi lagi dan membuat saudara menjadi lebih mantab dalam memilih produk baterai.

Jangan lupa melihat Review  Kelebihan Versi Android dan Review Tablet Murah Berkualitas TABULET Troy q4serta ulasan yang menarik lainnya, hanya di UlasanQ!

7 thoughts on “Perbedaan Baterai Lithium Ion dengan Lithium Polymer

  1. waah.. kok harus sblum 25% mas? sepertinya tidak setahu saya. setidaknya batrai tinggal 15% atau 20% baru di charge. agan juga bisa membaca buku petunjuk di dostnya smartphone agan, karena mungkin ada panduan utk charge smartphone harus brpa persen.

  2. Setau saya, baterai li-ion tidak bs overcharge seperti d laptop. Yg trjadi ktika baterai penuh adalah baterai sdh tdk tercharge dan tdk aktif, lalu aliran listrik hny memberi daya k alat elektronik. Cara seperti itu lebih membuat baterai lbh awet krn tdk terpakai. Bhkn lbih awet drpd dicabut dan harus dicharhe dlm status low.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *