Meetup Scrum Chapter Malang Januari 2018


Meetup Scrum Chapter Malang Januari 2018

KuReview – Akhirnya yang ditunggu tunggu pun tiba. Meetup Scrum Chapter Malang Januari 2018 bertepat di Dilo Malang pada jam 19.00. Karena bulan lalu saya sendiri tidak ikut meetup dan bisa terbilang meetup bulan ini saya mendapatkan pandangan baru atau pengetahuan baru.

Kedatangan saya di meetup tersebut pun juga memiliki tujuan. Utamanya karena saya mencari startup / software house yang sudah menerapkan scrum di perusahaan di Malang dan saya mencoba untuk daftar disana. Entah sebagai programmernya atau membantu bagian scrum master ,apapun itu asalkan saya sendiri bisa mengetahui lebih jauh bagaimana penerapan scrum dan bisa merasakan perbedaannya.
Nah, meetup kali ini jika dilihat dari pamfletnya memang tidak ada yang istimewa , berbeda dengan meetup bulan lalu yang sempat ada speakernya dari Scrum Mster XL Axiata. Acara di mulai pukul 19.30 karena memng keadaan saat itu masih hujan dan pembahasan seperti biasa di mulai dengan diskusi ringan mengenai seperti apa scrum tersebut. Karena ada salah satu mahasiswa Binus yang angkatan pertama menanyakan mengenai scrum.
Bila kawan – kawan sendiri masih belum mengenal scrum saya sarankan untuk mengunjungi beberpa link berikut ini :
  1. Scrum Guide
  2. Buku Manajemen Modern dengan Scrum
  3. Kanal Medium Pak Joshua
  4. Rangkuman 1 dan 2 Buku Manajemen Modern Scrum
  5. Agile Manifesto

Selain berdiskusi. Muncul Mas Aditya, Scrum Master dari Sepulsa. Menceritakan pengalamannya dulu ketika di perusahaan lamanya. Serta berdiskusikan mengenai scrum dan waterfall. Beberapa hal yang bisa saya catat pada meetup kemarin adalah sebagai berikut :

  1. Scrum itu mengenai budaya, semangat kerja yang dibawa. Lebih mendetailkan mengenai cara melakukannya
  2. Dalam scrum guide disebutkan bahwa scrum itu light. Karena bisa dibilang scrum guide hanyalah 20 halaman. Sedangkan buku-buku Project Management berkisar antara 500 Halaman, dengan ketebalan buku 500 halaman seharusnya ketik kit bisa mengimplementasiknnya kit bis menghindari banyak resiko ketika mengerjakan sebuah proyek. Namun pada kenyataan dilapangan sungguh berbeda. Bahkan sempat menjadi diskusi. Adakah sebuaah silver bullet atau satu terobosan atau sebuah best practice agar semua proyek yang dilakukan bisa berjalan lancar?
  3. Beberapa mengungkapkan bahwa sepertinya sulit untuk bisa membuat silver bullet karena adanya perbedan culture perusahaan, client dan Tim Pengembang. Sehingga sulit untuk bisa menyelaraskannya dalam satu kesatuan aturan yang sama. Bisa dibilang, mungkin itulah alasan lahirnya Scrum , karena scrum tidaklah kaku. Guide yang hanya 20 halaman bisa diadaptasikan dengan keadaan tiap perusahaan. 
  4. Ada baiknya kita untuk membaca sejarah munculnya scrum dan agile manifesto. Agile Manifesto disini atau : 

    Meetup Scrum Chapter Malang Januari 2018

  5. Secara singkat Sejarah Agile , adalah ketik beberapa praktisi di Amerika serikat berkumpul untuk membicarakan mengenai perkembangan pembuatan software. Mempertanyakan kenapa membuat software itu sangat ribet sekali.
  6. Mas Adit sendiri dulu 17 Tahun yang lalu bekerja disebuah perusahaan besar dimana tidak menerapkan scrum. Merasakan betapa susahnya kala itu ketik menjadi seorang IT disebuah departemen karena merasakaan seolah olah adanya saling sikut atau persaingan antara departemennya dengan departemen lainnya. Sebab di IT perusahaan tersebut ada sangat banyak. Sesui departemenny. Bis dibilang hierarkinya itu ada banyak lebih dari 5 hierarki dan setiap pertengahan ada IT departemennya.
  7. Perusahan besar susah untuk mengadobsi sebuah perubahan. Hal ini terlihat dari kompleknya hierarki tersebut. Serta jika menginginkan perubahaan itu berasal dari Top Down. Kalangan atasan yang harus sadar jika menginginkan perubahan. Sayangnya, kesadaran ini selalu berasal dari bawah dan di perusahaan besar, sangat susah untuk Down ke Top. Perlu power yang tinggi untuk bisa menerapkaan sebuah Perusahaan.
  8. Startup sebagai cikal perusahaan dan belum tingginya hierarki yang ada atau bahkan mungkin hanya memiliki 2 tingkatan, sangat mudah sekali untuk mengalami perubahaan. Mengimplementasikan scrum apalagi. 
  9. Change in plan. Not Goal. Maksudnya ketika kita berdiskusikan dengan client, kita harus memahami goal dari client kita atau keinginan customer. Sehingga kita bisa memberikan beberapa opsi dari rencana agar bisa menuju goal. Karena memang kita bukanlah buruh / pekerja kontruksi yang ‘disuruh’ tanpa mengetahui alasan pembuatan Apps.
  10.  Transparansi, Inspection dan Adapt. Merupakan 3 Pilar dalam Scrum . Sudah pasti bahwa dalam menggunakan scrum sebagai kerangka berpikir semua stakeholder harus transparasi dan ada kejelasan. Setiap orang mengungkapkan fakta yang ada lalu beradaptasi dengan fakta yang ada. 
  11. Kemunculan Waterfall ketidaksengajaan. Saya sendiri juga baru tahu bahwa waterfall , nama waterfall ditemukan secara tidak sengaja. Ketika Mas Aditya menceritkan bahwa paper mengenai waterfall bahkan tidak menyebutkan kata ‘waterfall’ namun, orang-orang mengakui bahwa framework tersebut bernama waterfall karena memang seperti air terjun dan didapatkan seperti membuat sebuah kontruksi bangunan yang memerlukan kesiapan ketika akan membangun. Pantes juga dalam waterfall tidak bisa melakukan perubahan karena memang diambil dari kontruksi sebuah bangunan!

Beberapa catatan saya tersebut dan hasil pemahaman saya setelah pulang dari meetup. Jika kawan kawan menemukan ada yang salah dalam catatan saya , mungkin kawan-kawan bisa menuliskan di dalam komentar ya! Sekalian untuk mengoreksi, menambahkan juga.

Lalu, gimana pendapat kawan-kawan mengenai scrum? Apakah scrum memang cocok diterapkan di perusahaan / startup di Indonesia? Perlukah kita menggunakan scrum sejak sedari kita mahasiswa?

Yuk Berdiskusi! dan jangan lupa untuk gabung grup Scrum Chapter Malang di Telegram ya! :

Grup Telegram Scrum Chapter Malang

Terima Kasih
Jumat,19 Januari 2018
Naufaldi Rafif S

Gallery :

Mas Adit Ketik Menerangkan

Peserta Menyimak

Lihat artikel saya sebelumnya mengenai 10 Artikel Medium Terbaik di Januari Minggu ke 2.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *