Cerita di Japan Culture Daisuki 2018



KuReview – Terakhir kali aku mengikuti event Japan Culture Daisuki adalah tahun 2015. Bener bener lama banget dengan sekarang tahun 2018 aku ngikut ngelihat Japan Culture Daisuki 2018. Sudah sejak lama memang , aku memutuskan untuk sedikit mengurangi aktifan ku untuk mengikuti kegiatan dan ikut kumpul komunitas jejepangan. Ada sedikit rasa kayak ‘ini bukan dunia aku’ dimana merasanya enggak cocok.

Nah, event Japan Culture Daisuki 2018 ini, aku sih tidak begitu mengikuti perkembangannya. bahkan sampai hari ini pun sewaktu acara, aku tidak memikirkn Guest Star sapa aja. Temen-temen dari komunitas jejepangan UIN Malang yang datang sapa aja. Karena memang niatanku untuk pergi itu tidak ada. Bisa dibilang mendadak banget aku untuk hadir dalam event ini. Walaupun beberapa temen yang ku kenal , bahkan kawanku sendiri adalah cosplayer yang nantinya mengikuti acara Japan Culture Daisuki 2018 ini.
Cerita pun di mulai dari sini. Ketika waktu sudah mengikuti pukul13.00 , Aku di ajak oleh salah seorang temen ku, si Nova yang mana juga seorang cosplayer untuk hadir dlam acara Japan Culture Daisuki. Nah, selnjutnya kita memutuskn untuk berangkat di Japan Culture Daisuki naik Grab sambil membantu  membawa peralatan untuk cosplay.
Sesampainya disana, ternyata harga tiket Japan Culture Daisuki OTS adalah Rp 30.000 . Mahal juga ya untuk event ini. Apalgi melihat beberapa teman- teman aku yang bisa masuk JCD tanpa membayar tiket karena performer. Setelah membeli tiket, kita menuju ke samping panggung, temenku yang performer pun mengganti bajunya dan aku sendiri muli perjalanan untuk melihat lihat suasana Japan Culture Daisuki.
Terakhir ke Japan Culture Daisuki pada tahun 2015. Saat ini pada Japan Culture Daisuki 2018, tidak menemukan beberapa hal yang bisa dibilang inovasi. Bisa dibilang semuanya sama aja. Ini saya lihat dari beberapa stand yang ada. Ah, ada stand untuk Gundam yang pada tahun dulu tidak ada. Mulailah pertama aku berjalan jalan mencari temanku dari UIN Malang. Yes, di UIN Malang sendiri ada komunitas jejepanganny namanya J-KUMI. Setelah mencari beberapa menit akhirnya aku menemukan temenku, si Arafat. 

Abis bertemu dengan dia, aku mengajakny untuk hunting beberapa foto. Tidak hanya bertemu dengan arafat saja, tapi aku bertemu beberapa kawan lama , yaitu si Rahadi juga. Berikut ini beberapa hasil foto say hunting di Japan Culture Daisuki 2018 :
  

Eh tidak terasa ternyata ketika berada disana, saya bertemu dengan temen-temen angkatan 2015 dan 2016 yang ternyata hadir dalam Japan Culture Daisuki 2018 ini. Sepertinya memang beneran ada korelasi antara jurusan Teknik Informatika dengan kewibuan yang terjadi. Mengingat bukan 1 / 2 orang yang hadir, Melainkan orang orang yang aku kenal. 
Cerita di Japan Culture Daisuki 2018

Nah, akhirnya aku menuju panggung untuk melihat beberapa pertunjukan oleh band-band yang hadir pada Japan Culture Daisuki 2018. Awalnya , saya sendiri merasa asing begitu. Menonton dan mendengarkan keramaian dari kejauhan merasa bahwa ini terlalu aneh.Karena pertama nyanyi lagunya saya sendiri tidak mengetahuinya. Kedua suasananya ramai sekali. Mungkin setelah sekian lama, aku tidak pernah datang ke acara konser, belum bisa membaur.
Namun, semua itu sedikit berubh. Ya karena aku mendengarkan beberapa lagu yang aku kenal seperti lagu dari One Ok Rock, Beginning. Mulai bisa menikmati lagu tersebut. 

Cerita di Japan Culture Daisuki 2018
Beberapa Performance yang saya lihat pada saat itu adalah :
  1. Re:Alive
  2. Akibastreet
  3. Mindaryn
  4. Lupa xD

Kalau dari beberapa performance yang paling terasa adalah penampilan dari Akibastreet karena membawakan lagu ost anime jadul , tentu dengan memakai bahasa Indonesia. Mulai dri lagu Hamtaro, Dragon Ball, dan Tsubsa. Sungguh memori yang indah untuk dikenang. Selain itu, lagu YUI – Good Bye di cover oleh Mindaryn juga bagus banget. Apalagi, saya sendiri baru tau kalau Mindaryn merupakan seorang Youtubers asal Thailand yang memiliki suara epic dan telah beberapa kali mengcover lagu – lagu jepang. Bisa cek Channel berikut ini Mindaryn Chnnel Youtube.
Nah, selain ada performance dari Myndaryn juga dilanjutkan dengan performance dari cosplayer. Yes, semacam perform di mana cosplayer melakukan adegan2 seperti yang ada di Anime. Yang saya tahu, ada 2 perform cosplayer yaitu dari Cosuki dan dari cosplayer Surabaya. Aku sendiri tidak mengingat nama cosplayer surabaya. Yang jelas mereka membawakan penampilan dari anime KK, anime yang menceritakan Raja Warna. Sempet nonton beberapa episode , tapi mulai jenuh dan ceritanya gak begitu bagus menurut aku.

Sedangkan ini, dari temen-temen Cosuki, ya terutama temen sekontrakan yang juga ikut memerankan peran di cosplay tersebut. Bahkan bisa dibilang ini merupakan salah satu alasanku kenapa hadir pada event Japan Culture Daisuki 2018.

Cerita di Japan Culture Daisuki 2018

Cerita di Japan Culture Daisuki 2018
Cerita di Japan Culture Daisuki 2018

Mereka menceritakan kisah Fate. Ya, anime yang baru yaitu memperebutkan Cawan Suci antara team merah dan team biru , namun tiba-tiba Ruler datang karena melihat kejanggalan yang ada. Cerita lengkapnya saya sendiri tidak melihatnya karena tidak begitu interes. Sayangnya sih, sebelum perform mereka selesai. Aku harus segera meninggalkan UMM karena harus segera ke kampus, UIN Malang karena harus menunaikan salah satu tugas untuk menyelesaikan pekerjaan. Finally, hari itu aku menutup hari di Japan Culture Daisuki 2018 dengan melihat perform dari mereka.

Semoga tahun depan Japan Culture Daisuki 2019 bisa lebih baik lagi. Namun, ada yang harus digaris bawahi disini. Bahwa , tidak cuman aku saja yang bisa mengungkapkan kalau Japan Culture Daisuki 2015 lebih ramai dari pada Japan Culture Daisuki 2018. Entah apa yang membuat hal itu terjadi. Karena antusias para wibu yang berkurang atau karena sudah sedikit orang-orang / masyarakt yang sudah mulai meninggalkan event jejepangan.

Sekian, terima kasih.

Source Video Japan Culture Daisuki dari Channel Muhammad Rohmat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *