Perbedaan Antara MacOS dan Linux Kernel

Perbedaan Antara MacOS dan Linux Kernel


KuReview – Banyak orang yang berpikir antara macOS dan kernel Linux adalah sama karena mereka mereka bisa menangani perintah yang sama dan software serupa. Bahkan beberapa orang berpikir bahwa macOS Apple based on Linux. Kenyataannya, kedua kernel tersebut memiliki sejarah dan fitur yang sangat berbeda. Nah, pada kesempataan hari ini kita akan melihat bagimana perbedaan antara macOS dan Linux Kernel.

Sejarah macOS Kernel

Pada tahun 1985, Steve Jobs meninggalkan Apple karena berselisih dengan CEO John Sculley dan Dewan Direksi Apple. Dia kemudian membangun sebuah perusahaan baru bernama NeXT. Jobs menginginkan untuk membuat sebuah komputer (dengan operating system baru) ke pasar dengan cepat. Untuk menghemat waktu,tim dari the NeXT menggunakan Mach kernel dari Carnegie Mellon dan bagian dari BSD code base untuk membuat NeXTSTEP operating system. 
Sayangnya, NeXT tidak pernah menjadi sukses secara finansial, karena kebiasaan Job yang menghabiskan uang seperti dia berada di Apple. Sementara itu, Apple beberapa kali gagal  untuk memperbarui sistem operasi mereka, walaupun sudah menjadi kerjasama dengan IBM. Tahun 1977, Apple membeli NeXT seharga $429 Juta. Sebagai bagian dari perjanjian, Steve Jobs kembali ke Apple dan NeXTSTEP menjadi bagian dari pondasi macOS dan iOS.

Sejarah Linux Kernel

Tidak seperti macOS kernel, Linux tidak dibuat sebagai bagian dari usaha komersial. Sebagai gantinya, dibuat pada 1991 oleh mahasiswa ilmu komputer Finlandia Linus Torvalds. Semula, kernel ditulis untuk spesifikasi dari komputer Linus karena dia mencari kelebihan dari sebuah prosesor baru 80386 processor. Linus memposting kode untuk kernelnya digunakan Usenet di Agustus 1991. Segera, dia menerima kode dan fitur sugesti dari semua dunia. Tahun berikutnya Orest Zborowski porting X Window Sistem ke Linux, memberikan kemampuan untuk mendukung GUI.
Selama 27 Tahun, Linux perlahan tumbuh dan mendapatkan fitur. Bukan lagi termasuk dalam proyek kecil mahasiswa. Sekarang berjalan paling banyak pada operating sistem komputer dan supercomputer. 


Fitur macOS Kernel

macOS kernel secara official dikenal dengan nama XNU. Akronim untuk ” XNU is Not Unix” . Berdasarkan kepada halaman Apple Github, XNU adalah “a hybrid kernel mengkombinasikan Mach kernel dikembangkan di Universitas  Carnegie Mellon dengan komponen dari FreeBSD dan C++ API untuk penulisan drivers.”. BSD subsistem bagian dari kode adalah “Biasanya digunakan sebagai user-space server di microkernel sistem”.Bagian Mach bertanggung jawab untuk pekerjaan low-level , seperti multitasking, melindungi memori, virtual memory management, kernel debugging support dan konsole I/O. 

Fitur Linux Kernel

Bila macOS kernel mengkombinasikan fitur microkernel(Mach) dan monolithic kernel(BSD), Linus adalah solely a monolitich kernel. Monoithic kernel bertanggung jawab untuk managing the CPU, memory, komunikasi inter-process, device drivers, file sistem dan sistem server calls.

Kesimpulan Perbedaan antara Mac dan Linux kernel

macOS kernel (XNU) telah ada sejak lama sebelum Linux dan basis kombinasi dari 2 buah code yang telah ama ada, lain pihak dengan Linux yang masih terbilang baru, ditulis dari scratch dan telah digunakan dibanyak perangkat.
Itulah kenapa kita bisa menemukan banyak sekali para pengembang atau designer memilih menggunakan macOS. Selain karena sistemnya seperi linux, melainkan juga support yang diberikan Apple terhadap macOS sangat tinggi. Mulai dari support perangkat lunak hingga hadware yang telah menciptakan ekosistem Apple. 
Terima Kasih telah membaca Perbedaan antara MacOS dan Linux Kernel. Jika merasa artikel ini bermanfaat, jangan lupa sebarkan artikel ini dan memberikan kritik dan saran jika kawan kawan memiliki pengetahuan lain seputar perbedaan macOS dan Linux kernel ya1
Artikel ini merupakan terjemahan dari artikel What is the Difference Between the macOs and Linux Kernels

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *