Meetup Indux : Kolaborasi Designer dan Developer

Meetup Indux : Kolaborasi Designer dan Developer
Meetup Indux : Kolaborasi Designer dan Developer

KuReview – Meetup Indux ke 15 diselenggarakan di Dilo Malang pada Selasa, 28 Agustus 2018. Mengusung tema How to Design For Friendly Code dimana tema ini memfokuskan kepada bagaimana desainer membuat desain sesuai dengan kebutuhan klien namun juga menyesuaikan dengan skill / kemampuan / bagaimana desain tersebut friendly dengan developer.  Tema ini sungguh menarik hati para desainer dan juga developer. Mengingat, saya sendiri sampai sekarang belum mengetahui bagaimana standart / komunikasi / dokumentasi bagaimana hubungan antara desainer dan juga developer. Harapannya dengan meetup pada bulan ini, memberikan para developer dan desainer gambaran bagaimana menjalin komunikasi untuk bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik dan benar.

 

Pembukaan

Meetup Indux : Kolaborasi Designer dan Developer

Sayangnya, saya datang sudah ramai. Mengingat open gate dibuka pukul 18.00 di Dilo Malang. Layaknya Meetup PHP Malang User Grup, Meetup Indux juga menggunakan Eventbrite untuk pendaftaran dan check-in peserta meetup. Sehingga check-in dan pendaftaran lebih terorganisir dan memudahkan panitia acara Indux untuk lebih mudah dalam mendata para peserta yang datang.

Ketika saya datang, peserta meetup sudah lumayan banyak yang hadir. Terdari dari berbagai mahasiswa jurusan Teknik Informatika / DKV , bahkan juga ada mahasiswa jurusan agama yang datang acara tersebut yang berasal dari kampus saya, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.Juga ada dari beberapa praktisi datang untuk ikut dalam acara meetup.

MC Meetup Indux : Kolaborasi Designer dan Developer di Dilo Malang adalah Mas Anggita, COO Indux yang membuka sekaligus menjadi MC pada meetup tersebut.

How to Design For Friendly Code

Pemateri pertama adalah mas Zaenal Abidin, seorang UI Designer di DOT Indonesia. Materi yang dibawakan beliau mengenai bagaimana membuat sebuah desain yang mudah untuk  dikonversikan / tidak menyulitkan para pengembang untuk mentranslate ke dalam website HTML, CSS dan Javascript. Pembahasan materi ini cukup menarik karena mas Zaenal dimulai dengan sebuah pertanyaan menarik, yaitu “Perlukah UI Designer Belajar Coding?”. Materi dari mas Zaenal mendiskusikan bagaimana UI Designer membicarakan mengenai perlunya UI Designer belajar coding dan beberapa tips dan trik agar desain yang dihasilkan bisa bersahabat dengan kode pemrograman. Misalkan saja membuat sebuah desain dengan menggunakan Grid System, Interface Guideline dari Google, Interface Guideline untuk Android dan iOS.

Selain hal tersebut, mas Zaenal Abidin juga menjelaskan bagaimana Design style serta peralatan untuk kolaborasi antara desainer dan juga developer untuk bisa berkomunikasi sehingga desain yang dihasilkan bisa segera diselesaikan oleh developer. Beberapa tools yang bisa digunakan untuk kolaborasi desainer dan developer seperti Sympli, Zeplin dan InVision.

Untuk lebih jelas mengenai haluan yang akan dikerjakan bisa mengunduh materi dibawah ini :

Tautan Materi How to Design For Friendly Code oleh Zaenal Abidin

 

How to Make Friendly Code

Materi kedua disampaikan oleh mas Yuri Pratama , seorang Front end di Tabook.id , sebuah situs platform online untuk memudahkan kebutuhan traveling, wisata secara online, mudah dan nyaman. Berbasis di Malang , tabook.id menjadi salah satu startup yang cukup terkenal di wilayah Malang. Mas Yuri Pratama sendiri juga seorang anggota dari komunitas Indux.

Pembahasan mas Yuri, memberikan penekanan bagaimana seorang developer bisa memberikan sebuah code yang bisa bersahabat. Pembahasannya meliputi bagaimana desain yang seharusnya kita dapatkan seperti konsistensi dalam desain, komponen yang bisa digunakan lagi dan desain yang bisa disandarkan dari UI Framework. Sebagai balasannya, kita bisa memberikan sebuah kode yang berdasarkan Component Based, Atomic Style, dan Isolated System.

Tautan Materi How to Make Friendly Code oleh Yuri Pratama

Kesimpulan

Ternyata dalam berkolaborasi tidak ada standart guide antara desainer dan juga developer. Tetapi dengan menjalin komunikasi yang baik dan intensif antara desainer dan developer akan menghasilkan sebuah sebuah desain yang friendly code yang membuat developer senang dan developer bisa memberikan sebuah code yang friendly.

Meetup pun berakhir sekitar pukul 21.00 ketika tidak ada pertanyaan terkait dengan materi meetup. Padahal sebelumnya, sudah terjadi tanya jawab para peserta kepada pemateri terkait dengan materi yang disampaikan. Mulai dari pertanyaan style guide, cara berkolaborasi dengan desainer lain / programmer lain, negosiasi kepada client untuk freelancer agar desain bisa friendly code dan lain sebagainya.

Meetup ditutup dengan mas Alvan, founder Indux memberikan merchendise kepada mas Zainal dan tepuk tangan meriah dari para peserta. Selesai sudah review saya mengenai Meetup Indux : Kolaborasi Designer dan Developer pada kesempatan kali ini. Semoga review yang sedikit terlambat ini bisa memberikan gambaran kepada kawan-kawan betapa pentingnya mengikuti meetup indux. Kedepannya akan ada meetup lagi setiap bulan, terima kasih.

jangan lupa membaca artikel saya yang lain seperti Tips Agar Visual Studio Code Lebih Produktif dan Meetup PHP Malang : Bukti Malang Siap Menumbuhkan Programmer Berbakat. 

Tagged , , , , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *