Beralih dari Ubuntu ke Arch Linux

Arch Linux dengan DE Deepin

KuReview – Arch Linux yang memang merupakan salah satu distro yang saya rasa cukup sakral untuk digunakan. Letak kesakralannya adalah tidak baik bila seorang pemula langsung menggunakan Arch Linux tanpa sebelumnya menggunakan Distro Linux yang lain atau Zero Experience dalam sistem operasi Linux.

Kemarin saya menggunakan Ubuntu 16.04, namun seiring berjalannya waktu dan ingin mencoba tantangan baru. Saya pun menginstall Arch Linux 2018. Sebagai salah satu distro yang cukup populer dan menempati urutan nomor 12 di Distrowatch, saya mempelajari beberapa tutorial yang tersedia di Internet.

Beberapa Referensi saat Install Arch Linux :

Install Arch Linux dengan UEFI

Install Arch Linux Its Foss

Wiki Install Arch Linux

Arch Linux bisa didownload di

Repository Kambing Arch Linux

Saya memilih untuk menggunakan repository lokal agar kecepatan unduhan bisa stabil dan lebih cepat. Namun, saya memilih untuk menggunakan repository surabaya untuk dependencies dan package di setting Repository. Karena, ketika saya menggunakan repository kambing, beberapa package dan dependencies mengalami error not found.

Ketika saya menggunakan Arch Linux, saya sendiri sedikit kaget karena harus install semuanya mulai dari 0. Mulai dari DE, Perangkat Lunak bawaan, Bash, setting path beberapa dilakukan sendiri. Sehingga perlu waktu yang cukup lama. Bahkan untuk install Arch Linux, saya memerlukan waktu setidaknya 4 Jam untuk troubleshoot beberapa error yang saya alami.

Pemilihan Dekstop Environment

Awalnya, saya menggunakan Deepin versi 15. Jujur, saya sangat menyukai tampilan Deepin layaknya tampilan yang fresh. Sayangnya, saya mendapatkan kendala ketika memakai Deepin yaitu setelah startup, mengalami proses Freeze di Arch Linux. Awalnya, saya pikir itu merupakan sebuah kesalahan dari salah satu startup aplication di Arch Linux. Namun, ketika saya bertanya di forum , saya pun memutuskan untuk menggunakan Dekstop Environment lain seperti Cinnamon dan kenyataan bahwa hingga artikel ini ditulis tidak pernah mendapatkan freeze sekalipun.

Problem Migrasi Ubuntu ke Arch Linux

Akhirnya menggunakan Cinnamon

Masalahnya adalah kita harus membuat kembali setting environment kita agar sesuai dengan kebutuhan kita yang lalu. Mulai dari setting Visual Studio Code, Chrome setting, shortcut serta kebutuhan yang lain. Beberapa memang memudahkan kita seperti Chrome yang bisa menyimpan user setting. Sehingga tidak perlu ribet kembali. Namun, untuk Visual Studio Code saya belum mencoba untuk memindah data dari user setting di Ubuntu ke Arch Linux. Pun saya tidak mencoba mencari tahu.

Permasalahan selanjutnya ada pada file file pembelajaran saya di localhost dimana ada banyak sekali file seperti node_modules, proyek ikhlas beramal, pembelajaran yang tidak semua saya upload di Git. Dengan adanya masalah ini, saya semakin memperhatikan untuk mengupload file-file yang saya rasa penting untuk diunggah di Git. Bisa menjadi pilihan untuk menggunakan Gitlab.

Keuntungan Arch Linux

Belum pernah saya mendapatkan error ketika menggunakan Arch Linux. Mengejutkan mengingat saya selalu menggunakan Ubuntu dan ketika diawal, selalu mendapatkan notifikasi ada bug disebelah sini atau mungkin error disebelah situ. Selalu, walaupun itu merupakan fresh install. Senang sekaligus takjub dengan Arch Linux beserta ekosistemnya

Pemahaman saya mengenai Linux semakin tinggi, saya mulai memahami dan membaca wiki Arch Linux yang cukup banyak menambah pemahaman saya. Apalagi ketika mengetahui bahwa Arch Linux memiliki repository komunitas yang cukup banyak membantu saya ketika akan install beberapa perangkat lunak yang saya butuhkan.

Mengetahui dependencies mana saja yang saya install. Berbeda dengan menggunakan distro lain, Arch Linux memberikan kita kendali penuh atas distro sehingga saya bisa mengetahui, dependencies mana yang akan terinstall ketika akan menginstall sebuah packages.

Semoga cerita saya ini bisa menginspirasi kawan – kawan untuk menggunakan Arch Linux , segera migrasi dari Ubuntu / Debian untuk menggunakan Arch Linux.

Tagged , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *