Malam Minggu bersama Syiar Tawa

KuReview – Syiar Tawa merupakan serangkaian acara Tour Stand up  yang dilakukan oleh Mas Sabeq selama beberapa tempat di Indonesia. Saya sendiri kurang begitu paham lokasi Syiar Tawa dimana saja, namun dalam acara tersebut Mas Sabeq berkata kalau Syiar Tawa pada tahun ini fokus pada Indonesia Timur, di Sulawesi. Syiar tawa sendiri sudah ada sejak tahun 2015. (CMIIW)

Saya sendiri tergolong orang yang jarang sekali nonton stand up comedy secara langsung. Sering kali menonton melalui Youtube. Nah, karena berhubung malam minggu tidak begitu banyak acara. Juga pada Syiar Tawa ada teman saya si Mas Muzakki keminggris juga ikut memeriahkan Syiar Tawa, akhirnya saya memutuskan untuk membeli. Support kepada kawan itu penting! Terlebih lagi, salah satu stand up ada Dosen Teknik Informatika yang juga tampil pada hari itu, yaitu Pak Fajar.

Para stand up di acara Syiar Tawa

Saya tidak begitu banyak mengenal komika yang hadir pada saat itu, beberapa nama seperti Irvan Kartawiria,Yudhit Ciphardian, Sukraj, Muzakki dll masih terdengar cukup asing bagi saya yang memang lebih banyak menonton stand up comedy di Youtube. Mungkin sudah saatnya ya melihat Stand Up comedy yang underground alias tidak diunggah kedalam internet.

Acara Stand Up

Acara open gate dimulai setelah Sholat Magrib dari jam 18.00 – 19.00 di Gedung Humaniora Lantai 3. Sebelum saya menukarkan Tiket, saya melihat beberapa stand. Salah satu yang menarik adalah stand dari Sadboi.id yang cukup menarik. Karena memberikan beberapa ilustrasi dari penggambaran keadaan manusia saat ini.  Saya pun mengambil, yang mendekati diri saya. Apalagi ilustrasinya diberikan secara gratis. Saya pun juga stalking instagramnya di sadboi.id

Suasana Pasar sebelum Syiar Tawa dimulai

Selain itu juga ada beberapa stand untuk literasi, buku buku indie ada disitu. Ada pula buku dari Mojok. Sayangnya, saya tak membawa uang untuk bisa membeli salah satu buku tersebut. Stand merchandise komunitas stand up malang juga ada. Serta stand menjual makanan ringan.

Akhirnya, saya pun segera menukarkan tiket Syiar Tawa saya dan mendapatkan Postcard dan Stiker dari Malabar Project. Cukup menarik ilustrasi yang ada pada Postcard. Saya tidak mengetahui maksud ilustrasi tersebut.

Saatnya Tertawa

Walaupun sudah masuk ruangan, namun kita harus menunggu beberapa menit, setidaknya sampai kurang lebih jam 20.00 , acara baru dimulai dengan MC adalah mas() . Sedangkan penampilan pertama Pak Fajar, dilanjutkan dengan penampilan oleh komika lain.

Saya sendiri, bisa mendapatkan kesan bagus sekali kepada komika yang memeriahkan Syiar Tawa, apalagi ketika Mas Sabiq sebagai penutup memberikan beberapa joke yang sangat menghibur namun sarat akan nasehat serta ilmu yang perlu diterapkan.

Bukan hanya itu, saya sendiri bisa merasakan toleransi, penyampaian dakwah oleh teman-teman komika. Seolah olah berada ditempat dimana perbuatan kita, harus kita ketawakan. Kenyataan ini harus kita hadapi.

Akhirnya

Memutuskan untuk mulai mengikuti atau setidaknya melihat komika open mic atau melihat secara langsung bagaimana komika tampil. Seperti di Coffe Tuman setiap jumat akan ada Open Mic. Acara Stand Up seperti ini perlu beberapa bulan sekali diadakan. Karena joke yang diberikan bisa diterima oleh masyarakat atau orang orang yang datang membeli tiketnya. Karena, kalau melihat kejadian di MLI, tidak semua pihak bisa menerika joke seperti itu.

 

Tagged , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *